Monday, January 5, 2015

The Beauty Hidden - Kecantikan yang Tersembunyi

Selalu saja ada kecantikan yang tersembunyi di balik alam. Selama ini, tidak banyak orang memerhatikan kecantikan bunga-bunga rumput yang letaknya berada di bawah kaki kita atau bahkan tersembunyi diantara semak-semak hijau.

There is lied a beauty hidden in the nature. Not so many people pay attention to the beauty of wild grass which is hidden under our feet or hidden below the green bushes.

Coba lihat gambar berikut ini;

Take a look at this picture;



Tetapi bagi saya, walaupun bunga itu berukuran mini seperti di bawah ini dan sedikit sulit untuk diambil gambarnya, tetapi bagi saya, bunga ini membawa khayalan saya terbang tinggi bersama "peri-peri" ciptaan Walt Disney.

However, I always find that the wild grass flower is pretty. Even though some of them very small and difficult to be captured as shown below, but these flower is always brought me fly away to the "fairy world" that Walt Disney made it.



Alam menyediakan warna-warna yang indah seperti pada bunga yang jarang diperhatikan ini;

The nature gives us the pretty colors like what it shown to the flower below;



Lihat juga keindahan warna ungu pada gambar bunga berikut ini;

You can also see the prettiness of this purple flower; 

Lihat juga hati yang terukir pada bunga;

You can also see heart on flower like this;

Untuk mengetahui kecantikan lain di The beauty bush of Kalisoka, tetap ikutin artikel ini ya.

Well, if you want to find out more about The beauty bush of Kalisoka, then keep reading this blog. 

Sunday, January 4, 2015

Jathilan

Hari ini saya kembali dari liburan. Saya tidak terlalu lama meninggalkan Kalisoka, tetapi saya cukup ketinggalan dalam memosting artikel. Tetapi saya mendapatkan sambutan yang menarik di Kalisoka saat saya kembali dari liburan

Today I am back from my holiday. I just left the beauty bush of Kalisoka for a couple days, but it seems like I have been away for a long long time, for I didn't posting some articles here. However, I got a great "interesting welcome" ceremony when I got back from my holiday.



Saya mendengar bahwa ada salah seorang tetangga saya merayakan hajatan kitanan anaknya dan ia memanggil artis-artis "jathilan". Maka, saya segera meluncur dan mencari tahu. 

I heard that one of my neighbor held a circumcision ceremony and he called the "jathilan" artists. So, I went there right away.

"Jathilan" adalah salah satu kesenian asal Kulon Progo yang saat ini tengah dibangkitkan kembali dari sejarah suramnya beberapa waktu yang lalu. "Jathilan" atau disebut juga "Kuda lumping" identik dengan musik hingar bingar, gerakan enerjik dan kostum yang meriah. 

"Jathilan" is one of Kulon Progo art dance. Today, the government and also the artists community struggle to develop the "jathilan" from its dark time. Jathilan also called as "Kuda Lumping." "Jathilan" is identic with frenetic music, energetic dance and also colorful customs. 


Selain itu, Jathilan juga identik dengan "jaran kepang" atau "kuda lumping" dan sesajian. "Jaran kepang" adalah anyaman dari bambu yang dibuat menyerupai kuda. Penari jathilan akan naik pada "jaran kepang" ini dan menari di atas kuda. Kemudian sesajian yang ada di antara mereka yang ditujukan kepada roh-roh agar tidak mengganggu jalannya acara. Pada dahulu kala, pertunjukan "jathilan" ini melibatkan roh-roh sehingga para penarinya melakukan atraksi-atraksi yang mengerikan seperti makan pecahan kaca. Tetapi, "jathilan" yang hari ini saya lihat, adalah karya seni tari semata guna untuk melestarikan budaya. 

Besides, "jathilan" identic with "jaran kepang" or "kuda lumping"" also offerings set. "Jaran kepang" is webbing from bamboo which is formed like horse. The dancers will ride on it and also dance on it. Then, the offerings set that they serve is served for the mystical souls. The dancers hope that the spirits will not disturb them when they are dancing. In the mean time, the jathilan shows included the mystical souls, so the dancers could do some terrible attraction like eating the broken glasses. However, the recent "jathilan" I saw today is pure traditional dance art in purpose to conserve the culture.




Thursday, January 1, 2015

Butterflies Population III - Populasi Kupu-kupu III

Hari ini saya masih melanjutkan perburuan kupu-kupu saya. Pada perburuan ini, saya menemukan seekor spesies baru pada koleksi saya seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut ini;

Today, I still continued my butterflies hunt. In my hunt, I found a new species for my collection like what is shown below:



Dan seekor kupu-kupu yang saya yakin berasal dari spesies yang sama pada tayangan sebelumnya. Namun, warna dan detail dari kupu-kupu ini berbeda. Menurut dugaan sementara saya, kupu-kupu ini memiliki corak atau warna yang berbeda untuk membedakan jenis kelamin kupu-kupu ini. Tetapi untuk lebih lanjutnya, saya akan mencari dan terus mencari referensi yang membenarkan dugaan saya. 

Besides, I found other butterfly which is similar to my previous butterfly. But it has a different color and pattern. In my opinion, the differences between color and pattern will differ which one is female and male. However, I will need to hunt references to prove what I found.  



Jadi, sampai saat ini tercatat adanya 10 jenis kupu-kupu di The beauty bush of Kalisoka dan saya masih akan terus berburu kupu-kupu dan membuat catatan tentang mereka.

So, up to now, I already note that there are 10 butterfly species in The beauty bush of Kalisoka and I will keep hunt the butterfly to noted them on my blog. 


Wednesday, December 31, 2014

Butterflies Population II - Populasi Kupu-kupu II

Hari ini cukup cerah untuk melakukan perburuan di The beauty bush of Kalisoka. Walaupun cuaca sempat berubah dengan cepat pada pukul 9 pagi. Tetapi, saya berhasil merekam beberapa foto kupu-kupu yang dapat menambah koleksi kupu-kupu saya.

Today is brightly enough to start the butterfly hunt in The beauty bush of Kalisoka. Even though when I was really out, the rain was falling at about 9 am. But, I succeed to record some butterflies pictures to be added in my butterflies collection.

Kupu-kupu yang pertama saya dapatkan adalah kupu-kupu cantik yang memiliki detail pola yang luar biasa menawan;

The first butterfly that I captured is below. It has pretty detail on it wings.

Rekaman saya yang kedua adalah seekor kupu-kupu yang berukuran kecil. Kupu ini tidak seaktif kupu-kupu lainnya. Kupu ini cukup tenang saat saya merekam gambarnya. Bahkan saya dapat mengumpulkan beberapa gambar dari kupu-kupu ini dengan leluasa.

My second recorded is a small butterfly. The butterfly was hypo active. It was calm enough when I was capturing it. I even recorded many pictures of it.


Saya juga menemukan kupu-kupu kecil lainnya. Tetapi gerakan kupu-kupu ini lebih aktif. 

I also find another small butterfly, but it is quiet active, but I succeed to get my best shot on it open wings.


Selain itu, saya berhasil menangkap gambar kupu-kupu gajah dari jarak yang cukup dekat;

Furthermore, I succeed to capture the pavilion butterfly from closer. 


Sampai hari ini, saya berhasil mencatat ada sembilan jenis kupu-kupu yang ada di The beauty bush of Kalisoka. Tetapi saat saya memperhatikan detail kupu-kupu ini, setiap kupu-kupu memiliki pola yang berbeda pada bulunya. Tetapi saya masih akan terus melihat lebih lanjut mengenai temuan saya ini. Saya berharap ini akan membawa saya pada hipotesa saya mengenai kupu-kupu. 

Up to now, I am noted 9 types of butterflies from The beauty bush of Kalisoka. But, as I found, I saw that the butterfly has different detail on their wings even though they are from the same species. However, I want to find out more about it to make sure that my hypothesis about butterflies detail is correct. 

Jadi tetap baca The beauty bush of Kalisoka ya.

So, keep reading The beauty bush of Kalisoka.


Tuesday, December 30, 2014

Butterflies Population - Populasi Kupu-kupu

Hari ini cerah. Saya melihat beberapa kupu-kupu beterbangan di halaman saya. Saya kemudian mengambil kamera saya dan berburu kupu-kupu. Jenis kupu-kupu yang pertama saya tangkap adalah;

This is a bright day. I saw many butterflies fly on my garden. Then, I took my camera and I hunted them. The first butterfly that I capture was;


Saya berpikir ada berapa jenis kupu-kupu yang ada di Kalisoka dan berapa jumlah populasinya. Saya terinspirasi oleh suatu tempat wisata di Sulawesi Selatan yang dikenal Bantimurung. Di tempat ini mereka menangkarkan kupu-kupu dan memelihara kelestarian kupu-kupu. Saya berharap pencatatan saya ini dapat memberikan sumbangan pada pelestarian lingkungan dan pengetahuan umum.

I started to think about how many kinds of butterflies in The beauty bush of Kalisoka and how many population that they have. I am inspired by a place in South Celebes which named as "Bantimurung." In this tourist object, the people is growing and protected the butterflies. I hope, my collecting data will be useful for science and nature preserve. 

Dalam perburuan saya selanjutnya, saya menemukan kupu-kupu jenis berikut ini;

In my further hunt, I found this butterfly;



Saya menemukan kupu-kupu ini di ladang jagung. Pada artikel sebelumnya, saya pernah mengunggah gambar kupu-kupu ini. 

I found the butterfly on the cornfield and I was uploaded it on my previous article.

Selanjutnya, jenis kupu-kupu ini juga pernah saya unggah pada artikel sebelumnya;

Then, the butterfly below was also uploaded in the previous article;



Sejauh ini, dalam perburuan saya, saya menemukan 6 jenis kupu-kupu yang dapat tertangkap kamera. Jenis keempat yang saya temukan adalah;

As far, I found 6 types of butterfly in my hunt. And this is the fourth type of butterfly that successfully captured by my camera; 


Dari ketiga jenis kupu-kupu di atas, saya hanya menemukan satu kupu-kupu pada jenis ini.

From the third types of butterflies above, I only find one butterfly from this type.

Selanjutnya kupu-kupu yang cukup sulit untuk diambil gambarnya adalah jenis kupu-kupu Gajah. Saya melakukan searching pada kupu-kupu ini, dalam pencarian saya, saya menemukan bahwa kupu-kupu ini juga disebut dengan kupu-kupu "pavilion." 

Next, I found an active butterfly which was difficult to be captured by my camera. Local people called this butterfly as "kupu-kupu Gajah" or "elephant butterfly". However, in my search this butterfly also called as "pavilion butterfly." 

Saya melihat ada beberapa kupu-kupu gajah, namun ia cukup lincah dan terlihat curiga pada setiap gerakan. Tapi saya beruntung mendapatkan gambar kupu-kupu gajah yang sedang bersembunyi di balik daun jati.

This type of butterfly is sensitive with a movement and it is active butterfly. I was lucky to get my capture on it. It was hiding on some "jati" leave.


Selanjutnya kupu-kupu jenis keenam yang berhasil saya tangkap adalah jenis kupu-kupu yang berasal dari ulat jati seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut ini;

The picture bellow is the sixth type of butterfly that successfully captured by my camera. The butterfly was formed from "jati" caterpillar.

Saya belum mendapatkan semua jenis kupu-kupu di Kalisoka. Saya akan terus melakukan update pada artikel ini untuk menambahkan jumlah kupu-kupu yang ada di Kalisoka. Selain itu, saya akan mencari nama-nama kupu-kupu ini baik nama ilmiah maupun nama lokalnya.

I haven't find all types of butterflies in The beauty bush of Kalisoka. I will keep search and update this article to add the population of butterflies on The beauty bush of Kalisoka notes. Besides, I will also find the name of each butterfly both scientific name or local name of these butterflies.

Jadi, untuk tahu lebih lanjut tentang koleksi kupu-kupu di The beauty bush of Kalisoka, tetap ikuti blog ini.

So, if you want to know more about The beauty bush of Kalisoka butterflies collection, keep follow and read this blog.

Monday, December 29, 2014

What to Eat On Bush

Sudah tiga hari Kalisoka diguyur hujan. Seperti hari ini, hujan masih saja turun, sehingga saya tidak berniat keluar dan berburu gambar. Tetapi, saya asyik mengutak-utik komputer saya untuk mencari foto-foto yang dapat saya bagikan di blog ini.

It has been three days that the rain is falling in Kalisoka. Today, the day is still raining, so I guess it is not the right moment to hunt for pictures. But, I enjoyed on clicking my photo files to find the photos that I can share today.

Kali ini saya menemukan foto-foto yang saya ambil beberapa hari yang lalu. Foto-foto ini akan mengajak anda "ngemil" di semak-semak. Seperti apakah?

This time, I found many pictures that I captured some few days ago. This picture bring us to "eat the bush." How?

Tahukah anda bunga cantik ini? Penduduk lokal menyebutnya dengan "lempeni." Lempeni mempunyai kulit buah berwana hitam saat ia masak. Rasa buahnya manis dan akan menyisakan warna hitam ungu di lidah anda. Tapi pada bulan ini, lempeni belum berbuah. Namun, ia sudah mulai berbunga. Saya akan kembali lagi untuk mencari buahnya dan menunjukkannya kepada anda. Oya, jumlah tanaman lempeni ini terlihat berkurang. Saya membandingkan jumlah pohon ini dengan kondisi tanaman saat saya masih kecil. Walaupun saya tidak menghitung secara pasti berapa jumlah tanaman tersebut, namun, tanaman ini sedikit lebih sulit untuk ditemukan.

Do you know this flower? The local people called it as "lempeni." The color of the lempeni fruit will be black when it is ripe. The taste of the lempeni is sweet and will left you purple color on your tongue when you eat it. However, the lempeni hasn't fruitful yet this month. But it is blooming now. Next month, I will be back again to check whether the fruit has ripe or I should wait next month. Furthermore, I found difficulty in finding this plants. I guess the amount of the lempeni is decreasing. I made the comparison between the amount of the plants when I was a kid and the amount today. Even I cannot give the exact amount, but I lost the plants in location that I usually visit.

Kemudian, camilan kedua kita adalah;

Then, our next snack is;

"

Buah yang satu ini disebut dengan "duwet" atau "jamblang." Buah yang masih muda berwarna hijau, saat mulai masak ia akan berwarna kemerahan dan saat masak ia akan berwarna hitam. Rasa buah ini manis dan akan menyisakan warna ungu di lidah anda. Dalam penjelajahan saya mencari buah ini, terlihat belum semua pohon berbunga, tetapi saya menemukan dua semak yang sudah berbuah.

The local people called this fruit as "duwet" or "jamblang." The color of the fruit is green when it is still raw, then it will change into red and when it is ripe it will be black. The taste of the fruit is sweet and will left purple color on your tongue. Unfortunately, I found that some of the duwet trees haven't blooming yet, but I am lucky to find two bushes which shown green fruit on the branches. 

Selanjutnya, snack kita hari ini adalah;

Next, this is our snack today;


Bauh ini termasuk dalam keluarga beri. Oleh penduduk lokal, buah ini disebut dengan murbei. Menurut mendiang Kakek saya, daun murbei ini dulunya merupakan makanan ulat sutera. Dan saya memang sering menemukan kokon ulat sutera pada daun-daun murbei. Tetapi uniknya, di Kalisoka tidak ada petani ulat sutera maupun pengrajin Sutera. Saya berpikir, murbei ini mungkin bukan tanaman asli dari Kalisoka. Seseorang pasti membawanya ke tempat ini dengan suatu tujuan.

This fruit is including on berry families. Local people called this fruit as "Murbei." Based on my deceased Grand Father, the leaves of the murbei used to feed the silkworm. I guess he was right, because I found cocoon on the leaves of the murbei leaves. However, there is no silkworm farmer in Kalisoka. So, I guess someone already brought this plants here for a purpose. 


Gambar di atas adalah buah murbei yang hampir masak. Saat buah ini masak maka ia akan berwarna hitam. Murbei memiliki rasa yang manis saat ia sudah matang, tetapi ia akan terasa asam saat masih muda seperti ini. Selain itu, buah murbei akan menyisakan warna ungu pada lidah anda.

The picture above is shown that the murbei is still raw. When the fruit is ripe, it will change into black color and has sweet taste also, it will left purple color in your tongue. But when the fruit is still raw, it has sour taste. 

Masih ada banyak hal yang dapat kita temukan di Kalisoka. Tetapi, anda harus menunggu artikel berikutnya, hanya di The beauty bush of Kalisoka.

There are many things that we can find The beauty bush of Kalisoka. But, you have to wait another article here. 

Sunday, December 28, 2014

Dawetan - Sapi Yang Bahagia

Dawetan - The Happy Calf

Hari ini hujan seharian di Kalisoka, tentu saja saya tidak memiliki kesempatan untuk melakukan perjalanan saya di The beauty bush of Kalisoka. Tetapi saat saya membuka-buka kembali file lama saya, saya menemukan peristiwa yang menarik untuk saya tulis.  Peristiwa itu adalah "ulang tahun" sapi. Mengapa demikian?

Today is raining all day. I don't have any chance to go out to get my shot in The beauty bush of Kalisoka. So, I opened my old files and I found interesting moment in The beauty bush of Kalisoka and it is called as " Cow birthday party." How come?


Baik, kita dapat melihat sapi pada gambar di atas. Anak sapi yang sehat, gemuk dan besar. Usianya belum ada satu tahun. Sapi itu baru beberapa bulan lahir di muka bumi. Tentu saja pemiliknya bersyukur karena anugrah ini. Bagaimana tidak, sapi dengan jenis ini biasanya memiliki harga puluhan juta saat ia dijual nanti. 

Well, we can see the picture above. It is a healthy calf, fat and big. It is not yet a year old. The calf was just born in a couples months. And as give thanks appreciation, the owner of the calf making the party to celebrate the born. It is because, the calf price can reach millions rupiah when it is sold one day. 

Sejak jaman dahulu kala, penduduk Kalisoka mengenal adat yang bernama "dawetan." Upacara adat ini memiliki tujuan mengungkapkan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas anugrah-Nya dalam bentuk kelahiran anak sapi. Upacara dawetan ini dibuat mirip dengan perayaan kelahiran seorang anak manusia. Lihat saja gambar berikut ini;

From ancient time, the Kalisoka community held a ceremony which is called as "dawetan." The ceremony is held to expressing gratitude to the Almighty for His Grace of birth of the calf. The ceremony of dawetan is look like the celebration of human birth. Look at this picture below; 



Dapat kita lihat di atas, pemilik sapi menyajikan makanan khas upacara kelahiran anak yang disebut dengan "tumpeng." 

We can see from the picture above, the owner of the calf will serve special food for the guests which is called as "tumpeng."


Kita bisa melihat kelengkapan sajian dari makanan tradisional yang terdiri dari nasi yang dibentuk seperti gunung yang disebut dengan tumpeng, nasi yang dibentuk seperti bola yang disebut dengan "golong", bubur merah dan putih yang memiliki rasa manis dan asin, serta bubur hambar. Selain itu, di sekitar tumpeng terhias sayuran berbumbu seperti salad sayur, tetapi sayuran ini berbumbu. Beberapa orang dapat mengganti jenis masakan ini, ada yang menggunakan saus kacang sehingga masakan ini disebut dengan pecel, tetapi ada juga yang menggunakan saus dari kelapa parut yang disebut dengan "gudangan."

We can see the full cuisines of the traditional food which are contained with; rice which was build like mountain. This rice called as "tumpeng", then there are rice which was formed like balls. This rice called as "golong", red porridge, white porridge and also plain white porridge. Furthermore, there will be vegetables salad aroung the "tumpeng." But this is different salad. This salad has different sauce. Some people will use peanuts sauce or coconut sauce. Vegetable salad which using peanuts salad called as "pecel" and vegetable salad which using coconut salad called as "gudangan."


Selain tumpeng, dalam kuliner ini, mereka juga menyajikan pisang emas - pisang yang berukuran kecil dan memiliki rasa yang sangat manis - dan mereka menyajikan minuman wajib yaitu dawet. 

Besides "tumpeng", in this cuisines, the owner of the calf will also serve "gold" banana. This banana has small size and taste so sweet. Then, the most important cuisine which "must" be serve here is "dawet." Dawet is beverage which was made from the flour, palm sugar and coconut milk. 

Lalu, apakah ini benar-benar pesta ulang tahun? Yahhh...kurang lebih demikian. Hanya saya tidak ada acara tiup lilin. Dan pada gambar berikut ini akan terlihat jelas bahwa ini adalah pesta;

Then, is it really a birthday party? Sure... it is a like. The difference is only, no blowing candle season. We can see the guests on the picture below;


Ini benar-benar pesta. Pemilik sapi akan memanggil tetangga-tetangganya untuk datang dan makan bersama dengan mereka. Tidak lupa pula, pemilik sapi akan membagi-bagian uang kepada tamu-tamunya. Uang yang dibagikan kepada tamunya tidak memiliki jumlah yang besar, misalnya berkisar antara Rp 500,- sampai Rp 2000,- tergantung pada kemampuan pemilik sapi.

This is really a party. The owner of the calf will invite the neighbors to come to his house and have meal with them. The owner of the calf will also sharing money to the guests. Usually the amount of the money which will be shared to the guests is about Rp 500,- up to Rp 2000,- depend on the ability of the owner of the calf to prepare the money.

Menarik bukan? Jadi nantikan terus cerita-cerita dari The beauty bush of Kalisoka.

Isn't it interesting? So, keep reading the stories in The beauty bush of Kalisoka.