Showing posts with label Herbal. Show all posts
Showing posts with label Herbal. Show all posts

Saturday, January 10, 2015

Nature Gives - Alam Memberikan

Pada artikel sebelumnya, saya membahas mengenai tanaman herbal yang ada di The beauty bush of Kalisoka. Kali ini, saya masih ingin membahas pemberian alam ini.

In the previous article, I discussed about herb on The beauty bush of Kalisoka. And this time, I will discuss about the nature gifts.

Alam menyediakan banyak hal untuk kita, seperti pepatah kuno mengatakan, bahwa setiap penyakit ada obatnya. 

Nature gives us many things, just like proverb said that every disease has a cure. 

Ini dia tiga tanaman yang memiliki berbagai manfaat, termasuk sebagai tanaman obat.

These are the three herbs that functioned as "medicine" 

Sebelumnya kita telah menyebut kastroli yang berfungsi untuk mengobati luka, masih ada keluarga kastroli yang disebut dengan "jarak" yang mampu digunakan sebagai obat sakit perut pada anak dan bayi. Selain itu, menurut cerita generasi sebelumnya, pada jaman penjajahan Jepang atau Nippon, biji jarak ini diolah dan dimanfaatkan sebagai sumber energi pengganti minyak tanah yang sering digunakan untuk menyalakan lampu yang sering disebut dengan "senthir."



In the previous article, I already mentioned kastroli which is used to cure the wound. Here, one of kastroli family which is called as "jarak" can be used to cured stomachache for children and babies. Besides, old generation told me that the seed of this plant were using to light the lamp in the Japanese colonialism. The lamp was called as "senthir." In that moment, the material of senthir was cotton as the wick lamp and to be put in anything which is anti fire. In the next era, senthir was contain with bottle which was made from glass, holder then wick lamp and also lampshades.

Tanaman berikutnya adalah jambu. Selain kita bisa menikmati nikmatnya buah jambu, buah jambu merah ini dapat juga dimanfaatkan untuk meningkatkan trombosit pada pasien demam berdarah. Selain itu, daunnya dapat direbus dan digunakan untuk mengobati diare.



The next plants is guava. We know that the taste of guava is sweet and delicious. Also, the read guava can increase platelet of dengue fever patients. Besides, the leaves of the guava can be used to cure the diarrhea by boiling them and drink the water. 

Nah, tanaman yang ketiga ini memiliki rasa yang pahit, tetapi tanaman ini memiliki banyak manfaat dalam obat-obat herbal. Namanya adalah "sambiloto" atau "sambiroto." Namun, populasi tanaman ini mulai menurun di The beauty bush of Kalisoka. Hal ini ditunjukkan dengan sulitnya saya menemukan tanaman ini, padahal pada waktu saya masih kecil, saya dengan mudah untuk menemukannya. 



Next, our third plant has bitter taste. But, this plant is powerful herb and used for many herb medicine ingredients. The name of the plant is "sambiloto" or "sambiroto." Unfortunately, the population of these plant is decreasing. It is a bit difficult for me to find this plant, meanwhile when I was young, I can find this plant easily.

Oya, tetap simak blog ini untuk dapatkan informasi yang menarik tentang semak-semak yang sering diabaikan oleh banyak orang.

Well, keep reading this blog to get more interesting stories about bushes which is ignore by certain people. 

Friday, January 9, 2015

Herb on Bush - Herbal di Semak-semak

Saat saya berjalan-jalan di alam liar, selalu terbersit di dalam otak saya mengenai tanaman yang dapat dimakan, tanaman herbal dan tanaman beracun. 

When I was walking in the wild, I always thinking about plants that we can eat, herb and also poisonous plants.

Kali ini, saya akan mengajak anda untuk melihat dua jenis tanaman herbal yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat.

This time, I will show you two herb species that I found on The beauty bush of Kalisoka which shown in the picture below;

Seperti berikut ini; 



Yang saya ketahui, nama tanaman ini adalah kastroli. Tanaman ini digunakan untuk mengobati luka yang terbuka, seperti saat tangan anda tergores pisau atau saat anda terjatuh dan bagian tubuh anda terluka dan mengeluarkan darah.

Based on what I remember on my childhood, this plants is called as kastroli. It used to cure the open wounds such as when our finger cut by the knife or when we fell down and bleeding. 

Bagaimana caranya? Saat anda menemukan luka baru yang terbuka, segera petik daun kastroli dan tunggu sampai ia mengeluarkan getah. Setelah getah itu keluar, teteskan pada luka yang terbuka. Rasanya memang agak sedikit perih, tetapi tanaman ini mampu menghentikan pendarahan anda.



How? When we had an open wound in our body, pick the stem leaf of the kastroli and wait until the sap flow from the base of the stem. Then, drops the sap to the open wound. It will help you to stop the bleeding even though it will hurt for a while.

Kemudian tanaman berikut ini memiliki bentuk seperti cabai. Karena bentuknya yang serupa; maka dalam istilah bahasa Jawa, tanaman ini disebut dengan "cabe." Kegunaan tanaman ini adalah untuk dijadikan bumbu sayuran dan campuran bahan jamu. Selama ini yang dimanfaatkan dari tanaman ini adalah buahnya. Saya belum pernah mendengar bagian tanaman lainnya yang dapat dimanfaatkan. Mungkin suatu hari nanti akan ada penelitian mengenai kegunaan lainnya.



Then the next herb is similar with chili. Because of the similarity, it is called as "cabe." In Indonesian language, chili means cabai which has similarity spelling with "cabe" in Javanese language. The usage of this herb is for seasoning food and also to be added on "jamu." Jamu is Javanese traditional medicine which was made from many herbs around them. 

Up to now, I only know that we just get the fruits to be functioned. Maybe, another day there will be experiment on using another part of the plants for certain usage.

Saya masih ingin memburu beberapa tanaman herbal yang ada di The beauty bush of Kalisoka. Jadi, tetap baca blog ini ya.

I will keep hunting herbs on The beauty bush of Kalisoka. So, keep reading this blog.